FAM68 – Pada hari Senin (10/11), pemerintah Thailand menghentikan sementara perjanjian damai dengan Kamboja setelah dua tentara Thailand terluka akibat ranjau darat di dekat perbatasan kedua negara.
Bangkok Hentikan Tindakan Lanjutan Setelah Evaluasi Keamanan
FAM68 – Kesepakatan tersebut, yang disaksikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump, bertujuan untuk memastikan bahwa permusuhan antara kedua negara berakhir secara permanen. Setelah bentrokan perbatasan pada bulan Juli lalu, sedikitnya 43 orang tewas, sedangkan lebih dari 300.000 warga di kedua sisi terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
Oleh karena itu, kedua pemerintah berkomitmen memperkuat kerja sama demi menjaga stabilitas kawasan. Sementara itu, Tentara Kerajaan Thailand melaporkan bahwa seorang prajurit mengalami luka parah di kaki akibat ledakan ranjau di Provinsi Sisaket.
Selain itu, seorang tentara lainnya menderita nyeri dada karena tekanan kuat dari ledakan tersebut. Pasukan medis lapangan segera mengevakuasi keduanya untuk mendapatkan perawatan intensif. Menurut laporan FAM68 pada Senin (10/11/2025), juru bicara pemerintah Thailand, Siripong Angkasakulkiat, menyatakan bahwa Bangkok akan menghentikan “tindakan lanjut deklarasi bersama”.
Berita Sebelumnya :
New Delhi Berduka: Ledakan Mobil Menggetarkan Kota
Raymond/Nikolaus Siap Tempur di Final Korea Masters 2025
Anutin: Ancaman Keamanan di Perbatasan Belum Reda

FAM68 – Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menegaskan dalam konferensi pers bahwa “kami sempat mengira ancaman keamanan sudah mereda, namun kenyataannya ancaman tersebut belum berkurang.” Pernyataan itu muncul setelah meningkatnya ketegangan di wilayah perbatasan.
Sementara itu, otoritas Kamboja belum memberikan tanggapan resmi terhadap insiden tersebut. Meskipun demikian, pemerintah Kamboja sebelumnya menolak tuduhan dari Thailand mengenai penanaman ranjau darat baru di perbatasan kedua negara.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Kamboja menyampaikan “komitmen teguh” untuk menjaga perdamaian melalui pernyataan resmi pada Senin (10/11). Selain itu, kementerian tersebut menegaskan kembali bahwa Kamboja tetap menghormati perjanjian damai regional dan akan bekerja sama dengan pihak Thailand guna menghindari eskalasi militer.
Sejak lebih dari seratus tahun lalu, kedua negara tetangga di Asia Tenggara ini berselisih mengenai sejumlah wilayah perbatasan yang belum sepenuhnya disepakati. Oleh karena itu, para pengamat regional menilai pentingnya dialog berkelanjutan agar ketegangan tidak kembali meningkat.
Berita Terpopuler :
Spurs Menang! Wembanyama Bersinar Lawan Rockets 121-110
BNN Gerebek Kampung Bahari: Barbut Sabu 89 Kg & Senjata Api







