FAM68 – Pakistan melancarkan serangan udara di wilayah Afghanistan, negara tetangganya, dan serangan itu menewaskan 10 orang. Pemerintah Taliban Afghanistan kemudian bersumpah akan memberikan respons yang tepat terhadap aksi militer tersebut.
Serangan Udara Pakistan di Provinsi Khost Tewaskan 10 Warga Sipil, Termasuk 9 Anak
FAM68 – Menurut kantor berita AFP pada Selasa (25/11/2025), juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, mengungkapkan melalui media sosial X bahwa “Pasukan invasi Pakistan membombardir rumah seorang warga sipil setempat… Akibatnya, sembilan anak, terdiri dari lima anak laki-laki dan empat anak perempuan, serta seorang perempuan, gugur di Provinsi Khost.”
Juru bicara Taliban juga menambahkan bahwa empat warga sipil lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara yang terjadi pada Senin (24/11) malam waktu setempat. Serangan itu menargetkan wilayah perbatasan Kunar dan Paktika.
Serangan udara ini terjadi setelah serangan bom bunuh diri yang menargetkan pasukan keamanan Pakistan di sebuah provinsi yang berbatasan langsung dengan Afghanistan pada hari Senin. Meski demikian, hingga kini tidak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Berita Sebelumnya :
Fabregas Bawa Como Libas Torino 5-1 dan Lewati Juventus
Layanan RS Papua Diinvestigasi, Prabowo Instruksikan Audit
Pemerintah Pakistan Kaitkan Serangan dengan Kelompok Militan Berbasis di Afghanistan

FAM68 – Sebelum peristiwa ini, ledakan bom bunuh diri lainnya terjadi bulan ini di Islamabad, ibu kota Pakistan, yang merenggut nyawa 12 orang. Taliban Pakistan mengklaim bertanggung jawab atas ledakan tersebut, kelompok yang memiliki afiliasi serupa dengan Taliban Afghanistan.
Pemerintah Pakistan segera mengaitkan serangan tersebut dengan kelompok militan yang mereka sebut “dikoordinasi sepenuhnya oleh komando tinggi yang berbasis di Afghanistan.”
Insiden ini terjadi tak lama setelah serangkaian baku tembak lintas perbatasan yang berlangsung beberapa hari pada Oktober lalu. Meskipun akhirnya tercapai gencatan senjata, situasi tetap tetap rapuh.







