FAM68 – Prabowo, bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Panglima TNI Agus Subianto, melayat ke rumah Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas dilindas mobil Brimob, di Jakarta pada 29 Agustus 2025 pukul 22.00.
Presiden Prabowo Sambangi Rumah Duka Pengemudi Ojol Affan Kurniawan

FAM68 – Duka mendalam menyelimuti para pengemudi ojek online setelah rekannya, Affan Kurniawan, tewas usai dilindas mobil rantis Brimob saat aksi unjuk rasa pada 28 Agustus 2025 di Pejompongan, Jakarta.
Sebagai bentuk kepedulian, Presiden Prabowo Subianto langsung menyambangi rumah duka Affan pada Jumat malam (29/8/2025). Menariknya, Prabowo tidak melewati jalur utama Jalan Gelora atau kawasan Stasiun Sudirman. Sebaliknya, ia memilih masuk lewat Jalan Kudus. “Cuma 10 menit sepertinya,” ujar seorang warga yang sempat bersalaman dengannya.
Sementara itu, pengusaha jalan tol Jusuf Hamka hadir lebih awal. Ia tiba sekitar pukul 19.00 WIB ketika tahlilan tengah berlangsung. Tak hanya itu, Jusuf juga sempat hadir saat pemakaman Affan di TPU Karet Bivak, Jakarta, pada Jumat pagi.
Meski datang terpisah, Prabowo dan Jusuf akhirnya meninggalkan lokasi bersama. Keduanya memilih jalur belakang, yakni Jalan Kudus, sebagai rute kepulangan.
Baca Berita Sebelumnya :
FIA Terbitkan Peraturan Baru pada Formula 1 2026
Gubernur Sumut Bobby Nasution Terima Perwakilan Buruh
Affan, Tulang Punggung Keluarga, Tewas Saat Bekerja, Bukan Ikut Demo

FAM68 – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Affan Kurniawan, pengemudi ojek online berusia 21 tahun yang tewas setelah dilindas kendaraan taktis Brimob Polda Metro Jaya. Meski keluarga sudah mengikhlaskan kepergian Affan, mereka tetap menuntut penegakan hukum yang adil.
Zulkifli, ayah Affan, menyampaikan harapannya agar aparat tidak main-main dalam mengusut kasus ini. “Cukup anak saya yang jadi korban. Saya sudah serahkan kepada penegak hukum. Aparat yang anarkis harus dihukum sama seperti anak saya yang sudah meninggal,” ujarnya dengan suara bergetar seusai pemakaman di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).
Lebih jauh, Zulkifli menuturkan bahwa Affan merupakan tulang punggung keluarga. Setiap hari, pemuda itu bekerja keras sebagai pengemudi ojek daring demi membantu orang tua. “Affan tidak pernah mengeluh. Bahkan ketika sakit, dia tetap bekerja hanya untuk membahagiakan ibunya dan keluarga,” katanya.
Selain itu, Zulkifli menegaskan bahwa Affan bukan peserta unjuk rasa. Ia menekankan, pada hari kejadian anaknya hanya berpamitan untuk bekerja. “Anak saya orang jujur. Kalau bilang narik, ya benar narik. Dia takut hal-hal begitu (demo),” tambahnya.
Dengan penuh haru, keluarga berharap agar aparat bertindak transparan. Mereka meminta agar pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini dihukum setimpal, sehingga keadilan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.