FAM68 – Sebuah mobil meledak di pusat Kota New Delhi, India, pada hari ini. Akibat ledakan tersebut, delapan orang tewas dan 19 lainnya mengalami luka-luka.
Keamanan Diperketat Usai Ledakan Mobil di Old Delhi
FAM68 – Sebagaimana dilaporkan oleh FAM68 pada Senin (10/11/2025), hingga kini polisi belum memberikan penjelasan apa pun mengenai penyebab ledakan mobil tersebut. Sementara itu, tim forensik dan antiterorisme masih memeriksa lokasi kejadian untuk memastikan sumber ledakan.
Kemudian, ledakan itu terjadi di dekat stasiun metro kawasan padat Old Delhi pada sore hari, tepat ketika orang-orang sedang kembali dari tempat kerja. Akibat peristiwa itu, beberapa warga mengalami luka-luka, dan ambulans terus berdatangan secara bergantian ke rumah sakit umum terdekat guna memberikan pertolongan cepat.
Selanjutnya, Wakil Kepala Pemadam Kebakaran New Delhi, AK Malik, menyatakan bahwa delapan orang tewas dan 19 lainnya terluka, berdasarkan laporan resmi dari pihak rumah sakit. Oleh karena itu, otoritas setempat meningkatkan pengamanan di area sekitar kejadian untuk mencegah insiden lanjutan.
Berita Sebelumnya :
Raymond/Nikolaus Siap Tempur di Final Korea Masters 2025
Spurs Menang! Wembanyama Bersinar Lawan Rockets 121-110
Enam Mobil dan Becak Terbakar Akibat Ledakan

FAM68 – Komisaris Polisi Ibu Kota, Satish Golcha, menjelaskan kepada wartawan bahwa “sebuah kendaraan yang bergerak lambat berhenti di lampu merah, kemudian terjadi ledakan di dalam kendaraan tersebut. Akibatnya, kendaraan lain di sekitarnya ikut rusak karena kekuatan ledakan itu.”
Sementara itu, sedikitnya enam mobil dan beberapa becak bermotor terbakar hebat setelah terkena semburan api. Selain itu, polisi mengerahkan pasukan dalam jumlah besar untuk mengamankan lokasi dan memastikan tidak ada bahan peledak lain di sekitar area kejadian. Karena alasan keamanan, pihak rumah sakit terdekat menutup sementara gedung utama saat petugas bergerak cepat melalui koridor.
Di sisi lain, suasana haru terlihat di luar rumah sakit ketika para kerabat yang cemas berkumpul, menunggu kabar tentang orang-orang yang mereka kasihi. Beberapa di antara mereka bahkan menangis histeris, sementara petugas medis berusaha menenangkan dan memberikan informasi secara bertahap.







