FAM68 – Venezuela menempatkan angkatan bersenjatanya dalam siaga tinggi dan memerintahkan pengerahan pasukan besar-besaran di seluruh negeri sebagai respons terhadap penumpukan kekuatan militer Amerika Serikat (AS) yang terus berlangsung di Karibia.
Venezuela Kerahkan 200.000 Tentara, Sementara Kapal Induk AS USS Gerald R. Ford Masuki Wilayah Amerika Latin
FAM68 – Pada Selasa malam, Menteri Pertahanan (Menhan) Venezuela, Vladimir Padrino Lopez, mengumumkan bahwa pemerintah menggerakkan hampir 200.000 tentara dan menempatkan mereka dalam kesiapan operasional penuh. Selain itu, untuk memastikan pertahanan nasional tetap solid, pasukan darat, laut, udara, dan cadangan menerima perintah langsung agar melaksanakan latihan perang hingga Rabu (12/11/2025).
Sementara itu, pengumuman tersebut muncul tak lama setelah Angkatan Laut Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa kapal induk USS Gerald R. Ford bersama tiga kapal perang pendampingnya memasuki wilayah operasi Komando Selatan AS. Menurut Pentagon, wilayah itu mencakup sebagian besar Amerika Latin dan Karibia.
Selanjutnya, kapal induk terbesar sekaligus termodern milik Angkatan Laut AS, “Ford”, yang mengangkut sekitar 4.000 pelaut, bergerak kembali menuju Amerika Latin dari perairan Eropa. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Washington untuk menghentikan perdagangan narkotika. Meskipun demikian, laporan terbaru menyebutkan bahwa kehadiran militer AS di kawasan Karibia kini meningkat hingga sekitar 15.000 personel.
Berita Sebelumnya :
Nico Schlotterbeck Tolak Kontrak Dortmund, Liverpool Siaga!
Program Baru: Pemerintah Fasilitasi SMK Bekerja ke Luar Negeri
Trump Kerahkan Angkatan Laut ke Venezuela, Maduro Tolak Tuduhan dan Sebut AS Berencana Ganti Pemerintahan

FAM68 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang berulang kali menuduh Venezuela membantu “narkoteroris”, memerintahkan pengiriman angkatan laut ke wilayah tersebut bulan lalu. Selain itu, ia mengisyaratkan bahwa Amerika Serikat memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan di kawasan Amerika Selatan jika dianggap perlu.
Sementara itu, berbagai laporan media menyebutkan bahwa militer AS telah melancarkan sedikitnya 19 serangan terhadap kapal-kapal kecil di perairan internasional sejak September. Akibatnya, lebih dari 70 orang tewas dalam operasi tersebut.
Di sisi lain, Presiden Venezuela Nicolás Maduro menolak tegas tuduhan terkait penyelundupan narkoba. Ia menyatakan bahwa Washington “mengada-ada perang baru” di tengah meningkatnya aktivitas militer AS di wilayah tersebut. Lebih lanjut, Maduro menuduh Amerika Serikat menggunakan narasi penyelundupan narkoba sebagai dalih untuk merencanakan pergantian pemerintahan di Caracas.
Berita Terpopuler :
Lando Norris Juara GP Brasil 2025, Gelar Dunia di Depan Mata
Menkeu Purbaya: Redenominasi Rupiah Tak Pengaruhi Nilai Tukar







