FAM68 – Jepang mengerahkan jet F-15J setelah mendeteksi drone canggih China dekat pulau paling selatan. Ketegangan meningkat setelah komentar PM Sanae Takaichi soal Taiwan.
Drone Milik China Muncul di Wilayah Udara Dekat Taiwan–Yonaguni dan Picu Ketegangan Baru dengan Jepang
FAM68 – Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan bahwa insiden itu terjadi pada Sabtu (15/11) waktu setempat, menurut laporan AFP pada Senin (17/11/2025).
Drone yang diduga dari China terbang antara Taiwan dan Pulau Yonaguni, terdeteksi Jepang. Kementerian Pertahanan mengumumkan lewat X pada 15 November 2025 bahwa drone itu berasal dari China.
Ketegangan meningkat setelah PM Takaichi menyampaikan pernyataan tegas kepada parlemen pada 7 November, dan munculnya drone itu di dekat wilayah Jepang semakin memicu kekhawatiran.
Berita Sebelumnya :
Portugal Hajar Armenia 9-1, Lolos ke Piala Dunia 2026
Cilacap Dilanda Longsor: 13 Tewas & 10 Warga Hilang
Peringatan Keras China kepada Jepang di Tengah Ketegangan Kebijakan Keamanan dan Isu Taiwan

FAM68 – PM Takaichi menegaskan bahwa serangan China terhadap Taiwan dapat memicu tindakan militer Jepang, karena situasi itu secara langsung mengancam eksistensi negara. Selain itu, ia menyampaikan pernyataan itu sepekan setelah bertemu Presiden China Xi Jinping, meskipun keduanya sebelumnya sepakat untuk membangun hubungan yang lebih stabil.
Dengan kata lain, ketegangan yang muncul menunjukkan adanya potensi konflik meskipun telah ada kesepakatan diplomatik sebelumnya. Ketegangan meningkat pada Jumat (14/11) ketika Beijing memperingatkan Tokyo bahwa intervensi di Taiwan akan berujung pada kekalahan militer yang “menghancurkan.”
Sementara itu, Pemerintah China juga menyampaikan “kekhawatiran serius” mengenai arah kebijakan keamanan Jepang. Mereka bahkan meragukan komitmen Jepang terhadap tiga prinsip non-nuklir: tidak mengembangkan, tidak memiliki, dan tidak menyimpan senjata nuklir.
Berita Terpopuler :
MotoGP Valencia 2025: Alex Marquez Bersinar, Bagnaia Terpuruk







