FAM68 – Laga Dewa United kontra Persis Solo pada pekan ke-15 BRI Super League 2025/26 digelar di Banten International Stadium, Sabtu (20/12/2025). Pertandingan tersebut dimenangi tim tuan rumah dengan skor telak 5-1.
Gol Bunuh Diri Zanadin Fariz dan Gol Kedua Messidoro Pastikan Skor 5-1
FAM68 – Dewa United langsung mendominasi laga dan mencetak tiga gol cepat. Alex Martins membuka keunggulan pada menit ke-15, kemudian Kodai Tanaka secara tidak sengaja memasukkan bola ke gawangnya sendiri. Keunggulan Dewa United semakin lebar setelah Alexis Messidoro mencetak gol pada menit ke-20.
Menjelang turun minum, Persis Solo sempat memperkecil ketertinggalan lewat penalti Kodai Tanaka pada menit 45+5. Babak pertama pun berakhir dengan keunggulan Dewa United 3-1.
Memasuki babak kedua, tim berjuluk Banten Warriors kembali menekan. Gol bunuh diri Zanadin Fariz pada menit ke-83 serta gol kedua Messidoro pada menit ke-86 memastikan kemenangan telak Dewa United dengan skor 5-1.
Hasil ini membuat Dewa United kini berada di peringkat ke-12 klasemen sementara dengan 16 poin dari 14 laga (M5 S1 K8). Sementara itu, Persis terpuruk di dasar klasemen posisi ke-18 dengan 7 poin dari 14 pertandingan (M1 S4 K9).
Berita Sebelumnya :
Harry Kane Puji Lennart Karl di Bayern Munchen
Real Madrid Susah Payah Singkirkan Klub Kasta Ketiga
Persis Solo Unggul dalam Pressing, Tapi Serangan Kurang Kreatif

FAM68 – Dewa United tampil lebih rapi dan efektif di lini serang, sementara Persis Solo kesulitan menjaga pertahanan akibat dominasi awal tim tuan rumah. Tekanan beruntun membuat Persis harus kebobolan tiga gol sebelum turun minum.
Menjelang akhir babak pertama, Persis sempat memperkecil ketertinggalan lewat penalti Kodai Tanaka, namun gol tersebut tidak banyak mengubah jalannya pertandingan karena Dewa United sudah unggul jauh.
Pada menit-menit akhir laga, Dewa United kembali menambah dua gol untuk memastikan kemenangan. Penampilan Alexis Messidoro menjadi faktor kunci dalam keberhasilan tim tuan rumah.
Secara permainan, Persis sebenarnya unggul dalam pressing dan pergerakan. Namun, tim kesulitan menembus pertahanan lawan karena serangan yang kurang kreatif. Hal ini menurunkan mental pemain, sementara faktor keberuntungan tidak berpihak pada mereka.







