FAM68 – Pada Senin (1/12), Dewi Astutik, yang juga dikenal sebagai Mami, ditangkap di Kamboja terkait kasus sabu senilai Rp5 triliun. Penangkapan itu melibatkan koordinasi aktif antara Badan Narkotika Nasional (BNN), Interpol, dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Angkatan Darat.
BNN Tangkap Dewi Astutik di Kamboja, Ungkap Jaringan Narkoba Global
FAM68 – Perempuan berusia 43 tahun ini pernah bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di beberapa negara Asia. Kronologi penangkapan Dewi Astutik, buron sabu senilai Rp5 triliun, dijelaskan berikut ini. Menurut rilis resmi BNN, penangkapan berlangsung melalui operasi senyap di Sihanoukville, Kamboja.
Dewi Astutik ditangkap saat memasuki lobi hotel di Sihanoukville. Operasi berlangsung cepat dan tepat tanpa mengganggu publik. BNN menyatakan bahwa mereka kemudian memindahkan Dewi ke Phnom Penh untuk memverifikasi identitasnya dan menyerahkannya secara resmi kepada otoritas.
Setelah tiba di Indonesia, Dewi Astutik akan menjalani pemeriksaan menyeluruh untuk mengungkap alur pendanaan, logistik, dan para pelaku dalam jaringan global yang melibatkan banyak negara. Jaringan ini mengedarkan narkoba seperti ketamin, kokain, dan sabu ke Asia Timur dan Asia Tenggara. BNN menegaskan akan terus bertindak sampai mereka membongkar seluruh struktur jaringan yang selama bertahun-tahun mereka gunakan secara sistematis.
Berita Sebelumnya :
Carsten Cramer CEO Borussia Dortmund, Asia Pilar Strategis Klub
GP26 Jadi Senjata Baru Alex Marquez, Duel dengan Marc Menanti
BNN Pimpin Operasi Internasional, Dukungan TNI dan RI di Kamboja untuk Lacak Dewi

FAM68 – Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Roy Hardi Siahaan, memimpin operasi rahasia ini. Langkah tersebut muncul sebagai konsekuensi langsung dari arahan Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, yang memerintahkan pembentukan tim khusus untuk melakukan pengejaran di seluruh dunia.
Sementara itu, Atase Pertahanan RI di Kamboja dan BAIS TNI, dipimpin oleh Yudi Abrimantyo, memberikan dukungan penuh. BAIS TNI memetakan pergerakan lintas negara dan mengoordinasikan langkah regional untuk mendukung operasi.
Dewi pernah tinggal di Indonesia untuk beberapa waktu, menurut Kepala Dusun Dukuh Sumber Agung, Gunawan. Gunawan menjelaskan bahwa Dewi menetap di daerah itu pada 2009 setelah menikah, meski ia sendiri belum pernah bertemu langsung dengan Dewi. Ia menikah dengan beberapa warga lokal setelah datang dari Slahung. Gunawan tidak mengetahui kapan Dewi berangkat sebagai TKW. Tetangga terakhir melihat Dewi pada 2023 sebelum ia memutuskan bekerja di Kamboja.







