FAM68 – Gunung Semeru meningkatkan aktivitas vulkaniknya dari level III atau ‘Siaga’ ke level IV atau ‘Awas’ dalam waktu satu jam. Peningkatan itu terjadi pada Rabu (19/11) pukul 17.00 WIB.
BNPB Tanggapi Dampak Erupsi Semeru dan Pengungsian Warga
FAM68 – Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB terus memantau kenaikan status Gunung Semeru, terutama terkait dengan potensi dampak erupsi dan kemungkinan pengungsian warga. Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, telah memerintahkan jajaran untuk segera merespons perkembangan situasi, khususnya terkait dengan korban, kerusakan, dan pengungsian.
Menurut laporan sementara Pusdalops malam ini, ada tiga desa di dua kecamatan yang terdampak erupsi. Area ini terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Suharyanto mengungkapkan bahwa dua desa yang terdampak adalah Desa Supit Urang dan Desa Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, serta Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro.
Berita Sebelumnya :
AC Milan Waswas: Pulisic Belum Mau Perpanjang Kontrak
Banjir Jakarta: 30 RT di Pancoran & Cilandak Timur Terendam
Erupsi Gunung Semeru Picu Pengungsian Warga di Lumajang

FAM68 – Orang-orang yang mengungsi tersebar di beberapa tempat, termasuk Balai Desa Oro-oro Ombo yang menampung sekitar 200 orang, dan SD 2 Supiturang yang menampung 100 orang. Beberapa warga juga dievakuasi ke Balai Desa Penanggal. Namun, BPBD terus melakukan pendataan di lapangan.
Gunung Semeru di perbatasan Lumajang-Malang, Jawa Timur, meletus Rabu siang (19/11) pukul 14.13 WIB. Awan panas mencapai kurang dari 13 km, dan warga diimbau berhati-hati.
Awan panas guguran terlihat jelas, dengan jarak luncur sekitar 13 meter ke arah tenggara dan selatan. Selain itu, awan panas juga terpantau bergerak kurang dari 13 km ke tenggara-selatan dari Besuk Kobokan.
Berita Terpopuler :
Italia Masuk Playoff Piala Dunia 2026, Ini Calon Lawannya!
Drone China Dekati Yonaguni, Jepang Kerahkan Jet Tempur F-15J







