FAM68 – Investasi hilirisasi Rp 371 triliun mendorong industrialisasi pangan, perkebunan, dan peternakan. Selain itu, hingga tahun 2026, investasi hilirisasi akan menyerap hingga 8 juta orang di negara ini.
Sinergi Percepat Hilirisasi Pertanian, Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja
FAM68 – Menteri Investasi dan CEO Danantara mempercepat hilirisasi dengan menyiapkan Rp 371 triliun untuk sektor pertanian dan perkebunan. Amran menyampaikan bahwa jika program hilirisasi berjalan sepenuhnya, potensi penyerapan tenaga kerja bisa mencapai delapan juta orang di berbagai sektor strategis, termasuk pertanian, perkebunan, dan peternakan. Tahap awal program menargetkan penyerapan tiga juta tenaga kerja, sekitar satu juta per tahun selama tiga tahun.
Ia menambahkan, satu juta pekerjaan per tahun sangat realistis karena perhitungan selalu dilakukan dengan moderat. Amran menegaskan bahwa pemerintah terus mempercepat proses hilirisasi sektor pertanian untuk meningkatkan nilai tambah produk domestik sekaligus menciptakan jutaan lapangan kerja baru.
Berita Sebelumnya :
Giddey Samai Rekor Jordan, Bulls Tumbangkan Sixers 113–111
Walkout Guncang Miss Universe 2025, Ajang Dilanda Kekacauan
Hilirisasi Komoditas Dorong Kemakmuran Petani dan Daya Saing

FAM68 – Ia menyatakan studi kelayakan (FS) akan segera selesai dan diserahkan kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi serta CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, untuk dievaluasi.
Selain itu, Menteri Amran menegaskan, “Kita sudah sepakat tadi, prinsipnya kita percepat.” Ia menambahkan bahwa tebu, mete, kakao, dan berbagai komoditas lainnya akan menjadi prioritas utama dalam program hilirisasi.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa hilirisasi sangat penting untuk meningkatkan kemakmuran petani sekaligus memperkuat daya saing komoditas nasional. Program hilirisasi di Maluku Utara menaikkan harga kelapa mentah dari Rp600 menjadi Rp3.500 per butir.







