FAM68 – Drama besar yang mengguncang dunia pageant membuka acara Miss Universe 2025 di Thailand pada 2 November. Sejak karantina dimulai, ketegangan terlihat antara MUO dan MUT yang dipimpin Nawat Itsaragrisil.
Restrukturisasi Besar Miss Universe Organization: Kepemimpinan Baru dan Kontroversi Internal
FAM68 – Perubahan signifikan dalam struktur organisasi Miss Universe akhirnya memicu kekisruhan besar. Pada Januari 2024, Anne Jakrajutatip, pemilik dan CEO Miss Universe Organization (MUO) melalui perusahaannya JKN Legacy Inc., menjual 50% sahamnya kepada Legacy Holding Group USA Inc.
Akibat transaksi tersebut, struktur kepemilikan MUO berubah secara drastis dan mempengaruhi arah kebijakan organisasi secara menyeluruh. Selanjutnya, pada awal November 2025, MUO mengumumkan susunan pimpinan baru sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran.
MUO menunjuk Mario Búcaro, mantan Wakil Presiden Hubungan Internasional, menggantikan Anne sebagai CEO resmi. Sementara itu, Raúl Rocha Cantú, pengusaha asal Meksiko sekaligus investor utama di Legacy Holding Group, menempati posisi presiden.
Dengan demikian, kepemimpinan baru ini menandai babak baru dalam perjalanan MUO, meskipun menimbulkan perdebatan dan ketegangan internal di berbagai pihak.
Berita Sebelumnya :
Munchen Raih 16 Kemenangan Beruntun di Semua Kompetisi!
UMP 2026: Antara Harapan Pekerja & Kekhawatiran Pengusaha
Kontroversi Miss Universe 2025: Konflik Internal dan Kejadian Memalukan Viral

FAM68 – Setelah mendapat lisensi Miss Universe Thailand, Nawat Itsaragrisil langsung menjadi Direktur Eksekutif Miss Universe 2025. Namun, karena adanya struktur organisasi baru, terjadi tumpang tindih kewenangan antara MUO pusat dan MUT sebagai penyelenggara lokal. Akibatnya, berbagai konflik terbuka pun muncul di ajang Miss Universe 2025.
Selanjutnya, setelah dipermalukan oleh Nawat, Miss Mexico Fatima Bosch memutuskan untuk keluar dari acara penyelempangan. Dalam siaran langsung Facebook Miss Universe Thailand, Nawat menegur keras Fatima karena tidak hadir dalam sesi pemotretan sponsor dan bahkan menyebutnya bodoh di depan publik. Fatima kemudian menanggapi dengan pernyataan emosional, “Dia mengatakan aku bodoh karena dia punya masalah dengan organisasi, dan itu tidak adil.”
Tak lama kemudian, Miss Universe Denmark 2024, Victoria Kjaer Theilvig, ikut meninggalkan ruangan untuk menunjukkan solidaritasnya. Kejadian itu menjadi viral dan dianggap salah satu momen paling memalukan dalam sejarah Miss Universe.







